Penggunaan fitur hashtag atau tagar (tanda pagar) untuk mengategorikan pesan yang disampaikan di social media tak hanya populer di Twitter. Namun juga untuk jejaring social Facebook yang dinilai sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis. Utamanya untuk mereka yang bergerak di bidang online, yang mempergunakan strategi pemasaran produk melalui Facebook, atau yang kerapkali disebut sebagai metode Facebook Marketing.


Fitur hashtag di Facebook ini pun memiliki fungsi yang hampir sama di Twitter, yaitu sebagai sarana promosi produk lewat content strategy. Selain itu, hashtag pun juga bermanfaat agar pesan yang disampaikan dapat diketahui (terlacak) oleh pengguna lain. Sehingga secara tidak langsung, fitur hashtag juga akan memberikan efek positif terhadap SEO.

Tak hanya itu, fitur hashtag sangatlah bermanfaat menunjang posisi teratas di Facebook Graph Search. Sebagai contoh, seorang pebisnis mengunggah foto yang kemudian disertakan hashtag “#JaketKulit”. Maka jika ada pengguna lain yang mengetik keyword “Jaket Kulit” pada kolom search di Facebook, akan tampil post foto tersebut pada hasil pencarian.

Dan yang paling penting adalah, hashtag pada Facebook juga bisa membantu untuk mengetahui apa saja yang sedang nge-tren dibicarakan oleh banyak orang. Lebih lagi, kita juga bisa mengetahui siapa saja yang membicarakan hal-hal nge-tren tersebut. Dengan demikian akan didapat hasil mengenai orang dengan demografis seperti apa yang sedang tertarik membicarakan isu tersebut.

Dari sini, pebisnis dapat memetakan demografis untuk keperluan target bisnisnya. Meliputi: perempuan atau laki-laki, umur, domisili dan data demografis lainnya.

Dengan fitur hashtag, juga dapat dimanfaatkan untuk meminta review/ulasan mengenai produk yang kita pasarkan. Dengan cara bahwa Anda meng-update status yang berisi ajakan untuk memberikan sedikit ulasan singkat mengenai produk Anda dengan menyertakan hashtag. Ini bisa dijadikan ajang untuk merekomendasi pengguna Facebook lainnya yang berpotensi membeli produk Anda.

Satu hal yang perlu dihindari saat melancarkan teknik ini adalah spamming dengan hashtag. Hindari hal tersebut agar pengguna Facebook lain menjadi respek terhadap Anda dan berpotensi menawarkan kepada orang lain untuk membeli produk Anda.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top